You have only one chance to make a first impression. Quote itu benar sekali. Dan bacaan dibawah ini adalah first impression saya terhadap Grapari.


Hari ini untuk pertama kalinya saya berkunjung ke Grapari. Padahal sudah 7 tahun saya menjadi pelanggan setia Simpati - Telkomsel. Apakah itu menandakan bahwa pelayanan Telkomsel sudah memuaskan sehingga saya tidak pernah ke Grapari untuk komplain? Belum tentu. Ada kalanya saya mendapat servis yang kurang memuaskan dari Telkomsel, tapi saya malas pergi ke Grapari.

Tujuan saya pergi ke Grapari hari ini adalah untuk mengambil kartu Halo untuk layanan Telkomsel Flash. Saya datang pukul 1 siang dengan harapan Customer Service sudah selesai beristirahat.
Saat saya tiba, nomor antrian yang saya dapat nomor 207, sedangkan saat itu nomor antrian yang sedang dilayani adalah nomor 160-sekian. Wah, banyak sekali antriannya, tapi saya pikir, kapan lagi saya sempat ke Grapari kalau bukan hari ini?
Akhirnya saya tetap menunggu. Agar tidak bosan, saya membuka laptop dan menyalakan wi-fi, karena di tempat itu ada papan yang menandakan kalau disitu ada fasilitas wi-fi.
Saya mencoba beberapa kali, tapi selalu gagal. Akhirnya saya bertanya kepada salah satu karyawannya, ternyata, wi-fi belum aktif, jadi belum bisa digunakan. Bila fasilitas tersebut belum aktif, untuk apa dibuat papan besar yang isinya menandakan keberadaan fasilitas itu? dari situ saya sudah kesal.

I've been waiting for 2 hours now. Nomor antrian berjalan lambat sekali. Saya bingung hendak melakukan apa, fasilitas yang disediakan diruang tunggu hanya 1 buah TV Cable dan 1 buah koran. That's it. Oh my, di zaman sekarang ini, terkesan pelit ga sih? untuk ukuran Telkomsel. Bahkan bengkel mobil yang pernah saya kunjungi, memberikan saya air minum kemasan saat saya menunggu. Toko elektronik di Bandung memberikan minum dan permen, padahal saya hanya berkunjung untuk bertanya.
Toko jam di mangga dua membelikan saya dan ibu saya jus buah saat saya berkunjung ke tokonya. Tempat travel di Bandung menyediakan setumuk buku dan novel di ruang tunggunya. Grapari? Nope!Memang sih, disediakan sofa yang nyaman dan ruangan yang dingin, tapi apa yang bisa dilakukan di ruangan dingin bersofa itu? tidur? ga mungking kan?. Setidaknya sediakan majalah, buku, koran, atau apa pun yang bisa diotak-atik oleh pelanggan yang sedang menunggu. Atau setidaknya siapkan customer service yang bertampang seperti James MacAvoy..hahaha..

Mungkin ada yang berpikir, kenapa saya tidak pergi jalan-jalan dulu di sekitar Grapari tersebut? pertama, saya malas karena kondisi jalanan sedang macet. Kedua, cuaca sangat panas. Ketiga, saya takut nomor antrian saya terlewat.

Saat menunggu, saya memperhatikan nomor antrian yang dipanggil. Saat itu telah dipanggil nomor 199. Oh, sebentar lagi tiba giliran saya. Saya pikir. Ternyata setelah itu dipanggil nomor 191. Ha? saya bingung. Setelah itu dipanggil nomor 196. Ha? Saya benar-benar bingung. Saya langsung bertanya ke karyawannya, and you know what? ternyata dan ternyata. Nomor antrian yang telah terlewat dapat dipanggil lagi oleh pihak Customer Service bila pelanggan tersebut meminta. What? enak banget! Kasihan sekali orang-orang yang menunggu dengan setia di ruangan membosankan itu. huh!

Setelah menunggu hampir 3 jam. Akhirnya nomor antrian saya dipanggil juga. Pelayanan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Selesai. Saya menunggu hampir 3 jam dalam kebosanan tingkat tinggi hanya untuk pelayanan less than 10 min.

0 comments:

Newer Post Older Post Home