Baru-baru ini saya mendapat "kabar" yang menimbulkan rasa bahagia juga sedih secara bersamaan. Bahagia karena "beban" itu lepas, sedih karena harus meninggalkan Bandung. Ga nyangka bakalan meninggalkan Bandung secepat ini. Rasanya seddiiiiiiihhhhhh. Bandung itu udah kaya rumah kedua setelah rumah asli. Berat sekali meninggalkan teman-teman disini. Berat sekali meninggalkan kebiasaan-kebiasaan disini. Sambil mengetik blog ini, ga sengaja lagu Michael Buble - Home ikut mengiringi. Hiks hiks. Tambah sedih aja. Berat..berat..berat ninggalin bandung. sedih sedih tapi benar kata orang, life must goes on, klise memang, tapi benar. Harus rela melepas semua "zona nyaman" ini. Menjadi pendatang di "zona baru", ga enak jadi orang baru di suatu tempat. Harus beradaptasi lagi, dengan teman-teman baru, dengan linkungan baru, dengan kebiasaan-kebiasaan baru, dengan budaya baru. Harus siap dan tahan banting kalo memang ga cocok dengan "zona baru" itu. Hiks. Makanya mulai saat ini sampai saat-saat terakhir, saya akan memanfaatkan semua momen-momen yang ada di bandung ini. Prinsipnya: Abadikan setiap momen. Karena momen itu akan menjadi momen yang sangaaaaatttt dirindukan. Momen yang tidak akan bisa terulang lagi. Momen ke Lab kampus untuk numpang ngenet, momen ke perpus dan ke ruang TA untuk mencari bahan TA, momen ke kantin kampus makan bersama teman kuliah, momen ngumpul di Lab sekedar ngobrol dan ngegosip ga penting, momen jalan-jalan bareng, momen makan di warung padang depan kosan. Momen naik angkot 3x menuju Dago, momen makan bareng abis pelayanan hari minggu, momen makan bareng setelah latihan sabtu, momen pulang malam-malam setelah makan bareng, momen makan di ayam bakar tubagus, momen makan di mambo, momen bangun pagi-pagi hari minggu, momen nahan ngantuk di pelayanan, momen LATIHAN PADUS HARI SABTU (momen yang akan paling dirindukan), dan momen-momen lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Memang benar kata pepatah, you never realize you have something till you loose it. In summary, berbahagialah dalam segala hal..bukan karena syarat tertentu…. berbahagialah karena hari ini kita masih bernafas berbahagialah karena hari ini bertemu teman-teman berbahagialah karena hari ini ada orang yang kita sapa berbahagialah karena hari ini ada yang tertawa bersama kita berbahagialah karena hari ini ada yang senyum terhadap kita berbahagialah karena hari ini bisa mengerjakan sesuatu yang kita senangi berbahagialah karena DIA masih memberikan semua kebahagiaan itu terhadap kita akan amat sangat merindukan teman-teman semua love them so much, [and] will miss them so much.
Labels: Asal Tulis
Jadi inget waktu dulu mau niggalin Bandung untuk studi di Singapore. I can identify with your sadness... Jangan khawatir, Cor, pelan-pelan adaptasi. :) And you're right, often times we can't appreciate what we have until we lose it. God bless! Chayo! :)
Andreas Pilipus said...
November 22, 2008 9:34 AM